Contoh teks eksplanasi tsunami beserta strukturnya

Contoh Teks Eksplanasi Tsunami

Teks eksplanasi tsunami merupakan salah satu contoh dari teks eksplanasi yang berisi penjelasan lengkap dari fenomena alam yaitu tsunami. Teks tersebut berisi dari definisi, arti, karakteristik, prediksi, penyebab, dan akibat dari tsunami serta cara mempersiapkan diri apabila terjadi tsunami. Tsunami adalah bencana alam yang paling berbahaya bagi kehidupan manusia. Hal ini dikarenakan tsunami terjadi sangat cepat untuk meluluh lantahkan bangunan.

Fenomena alam tsunami biasanya terjadi setelah gempa bumi terjadi dan pusat gempa berada di bawah laut. Sebelumnya, bencana adalah gangguan ekstrem dalam fungsi habitat yang menyebabkan hilangnya manusia, material, atau lingkungan yang meluas yang melebihi kemampuan populasi yang terkena dampak untuk mengatasi sumber dayanya sendiri. Tanah longsor, gempa bumi, tsunami, angin topan, kekeringan, banjir dll adalah beberapa contoh bencana. Manajemen bencana adalah disiplin yang digunakan manusia untuk terus melakukan upaya mitigasi kerusakan yang disebabkan oleh bencana.

teks-eksplanasi-tsunami
Dampak dari Tsunami

Teks Eksplanasi Tsunami Beserta Strukturnya

Struktur dari teks eksplanasi yaitu terdiri dari Pendahuluan, Isi, Penutup/Interpretasi/Kesimpulan. Teks eksplanasi merupakan bagian dari pelajaran Bahasa Indonesia. Berikut ini contohteks.id akan berbagi kepada kalian beberapa contoh teks eksplanasi tsunami singkat yang harapannya dapat menjadi referensi bagi kalian semua. Teks ini juga merupakan bagian dari teks eksplanasi bencana alam.

Contoh Teks Eksplanasi Sequential

Apa itu teks eksplanasi sequential? Yaitu teks eksplanasi yang menjelaskan suatu peristiwa atau fenomena secara sequential/bertahap. Seperti pada contoh kali ini yaitu mengenai fenomena alam terjadinya tsunami, yaitu diawali dengan sebab dari tsunami itu sendiri hingga akibat yang ditimbulkan.

Teks Eksplanasi Tsunami dan Penyebabnya

teks-eksplanasi-tsunami-singkat
Gelombang tsunami

Pendahuluan

Kata tsunami berasal dari kata dalam bahasa Jepang,yaitu berisi dua huruf: tsu, yang berarti, ‘pelabuhan’, dan nami yang bermakna, ‘gelombang’. Tsunami adalah serangkaian gelombang laut yang disebabkan oleh gangguan besar di permukaan laut. Jika gangguannya dekat dengan garis pantai, tsunami dapat menghancurkan penduduk pesisir dalam hitungan menit. Gangguan yang sangat besar dapat menyebabkan kehancuran massal dan menyebabkan kehancuran hingga ribuan mil jauhnya.

Tsunami menduduki peringkat tertinggi dalam skala bencana alam. Sejak tahun 1850 saja, tsunami bertanggung jawab atas hilangnya lebih dari 420.000 nyawa dan triliunan rupiah terhadap kerusakan pada struktur dan habitat pantai. Sebagian besar korban ini disebabkan oleh tsunami yang terjadi sekitar setahun sekali di suatu tempat di dunia.

Isi/Deretan Penjelasan

Sebagai contoh, tsunami 26 Desember 2004, menewaskan sekitar 130.000 orang yang dekat dengan gempa bumi dan sekitar 58.000 orang di pantai yang jauh. Memprediksi kapan dan di mana tsunami berikutnya akan menyerang saat ini tidak mungkin. Setelah tsunami dihasilkan, perkiraan kedatangan dan dampak tsunami dimungkinkan melalui pemodelan dan teknologi pengukuran.

Tsunami adalah gelombang laut besar yang disebabkan oleh gerakan tiba-tiba di dasar laut. Gerakan tiba-tiba ini bisa berupa gempa bumi, letusan gunung berapi yang kuat, atau tanah longsor bawah laut. Dampak dari jatuhnya meteorit besar juga dapat menyebabkan tsunami. Tsunami berjalan melintasi lautan terbuka dengan kecepatan tinggi dan berubah menjadi ombak besar yang mematikan di perairan dangkal garis pantai.

(i) Zona Subduksi adalah Lokasi Potensi Tsunami:

Sebagian besar tsunami disebabkan oleh gempa bumi yang dihasilkan di zona subduksi, daerah di mana lempeng samudera dipaksa turun ke dalam mantel oleh gaya lempeng tektonik. Gesekan antara lempeng subduksi dan lempeng utama sangat besar. Gesekan ini mencegah laju subduksi yang lambat dan kuat serta sebaliknya kedua lempeng menjadi ‘macet’.

(ii) Akumulasi Energi Seismik:

Saat lempeng yang macet terus turun ke mantel, gerakan ini menyebabkan distorsi yang lambat pada lempeng yang menimpa. Hasilnya adalah akumulasi energi yang sangat mirip dengan energi yang disimpan dalam pegas terkompresi. Energi dapat terakumulasi dalam lempeng utama dalam periode waktu yang lama – hingga dekade atau bahkan berabad-abad.

(iii) Gempa Bumi Menyebabkan Tsunami:

Energi terakumulasi dalam lempeng utama hingga melebihi gaya gesek antara dua lempeng yang terjebak. Ketika ini terjadi, lempeng utama terkunci kembali ke posisi yang tidak terkendali. Gerakan tiba-tiba ini adalah penyebab tsunami – karena memberi dorongan besar pada air di atasnya. Pada saat yang sama, area pedalaman lempeng utama tiba-tiba diturunkan.

(iv) Tsunami menjauh dari Episenter:

Gelombang bergerak mulai bergerak keluar dari tempat gempa terjadi. Sebagian air mengalir melintasi cekungan samudera, dan, pada saat yang sama, air mengalir menuju daratan untuk membanjiri garis pantai yang baru saja turun.

Kesimpulan/Interpretasi

Tsunami merupakan salah satu bencana alam yang paling mematikan di muka bumi. Tsunami dapat terjadi karena berbagai hal, salah satunya adalah gempa bumi yang terjadi di bawah permukaan air laut. Ilmu pengetahuan yang berkembang saat ini belum dapat memprediksi secara pasti kapan terjadinya gempa bumi.

Baca Juga: Contoh Teks Eksplanasi Banjir

Teks Eksplanasi Tsunami dan Definisinya

gelombang tsunami
Gambar oleh Stefan Keller dari Pixabay

Pendahuluan

Fenomena alam yang biasa kita sebut tsunami ialah serangkaian gelombang besar yang memiliki panjang gelombang yang sangat panjang dan berlangsung sangat cepat dan biasanya dihasilkan oleh gangguan, aktivitas bawah laut yang kuat dan impulsif di dekat pantai atau di lautan. Tsunami dapat terjadi dikarenakan pergerakan lempeng tektonik di bawah permukaan laut.

Isi/Deretan Penjelasan

Ombak mengalir keluar dari daerah asal/pusat gangguan (biasanya gempa bumi) dan bisa sangat berbahaya dan merusak ketika mencapai pantai. Kata tsunami (dilafalkan tsoo-nah’-mee) terdiri dari kata Jepang yaitu tsu ’(yang berarti pelabuhan) dan‘ nami ’(yang berarti‘ gelombang ’).

Seringkali istilah ‘gelombang laut seismik atau pasang surut’ digunakan untuk menggambarkan fenomena yang sama, namun istilah ini menyesatkan, karena gelombang tsunami dapat dihasilkan oleh gangguan non-seismik lainnya seperti letusan gunung berapi atau tanah longsor bawah laut, dan memiliki karakteristik fisik yang berbeda dari gelombang pasang.

Gelombang tsunami sama sekali tidak terkait dengan pasang surut astronomis – yang disebabkan oleh pengaruh gravitasi dari bulan, matahari, dan planet-planet. Dengan demikian, kata dalam bahasa Jepang ‘tsunami’, yang berarti ‘gelombang pelabuhan’ adalah istilah yang benar, resmi dan inklusif. Ini telah diadopsi secara internasional karena mencakup semua bentuk gelombang impulsif.

Tsunami di laut dalam mungkin memiliki panjang gelombang sangat panjang ratusan kilometer dan bergerak dengan kecepatan sekitar 800 km per jam, tetapi amplitudonya hanya sekitar 1 km. Namun, ketika mendekati pantai, panjang gelombangnya berkurang tetapi amplitudo menjadi sangat besar, dan hanya butuh sedikit waktu untuk mencapai ketinggian penuhnya.

Di lautan terbuka, tsunami tidak akan dirasakan oleh kapal karena panjang gelombangnya hanya ratusan mil, dengan amplitudo hanya beberapa kaki. Hal Ini juga menyebabkan tidak terlihatnya gelombang dari udara. Ketika gelombang mendekati pantai, kecepatan mereka menurun dan amplitudonya meningkat. Ketinggian gelombang yang tidak biasa telah diketahui tingginya dapat mencapai lebih dari 100 kaki. Namun, gelombang yang tingginya 10 hingga 20 kaki bisa sangat merusak dan dapat menyebabkan banyak kematian atau cedera. Seperti yang pernah terjadi di Aceh pada tahun 2004 dan Tsunami yang terjadi di Palu baru baru ini.

Kesimpulan/Interpretasi/Penutup

Tsunami merupakan bencana alam yang berupa gelombang besar. Pada awalnya/pusat gempa gelombang bergerak dengan kekuatan tinggi namun ketinggian yang masih kecil, namun ketika gelombang mendekati garis pantai, tinggi gelombang menjadi sangat besar dan dapat menghanyutkan semua yang dilewatinya. Oleh karena itu, tsunami dapat dikatakan sebagai bencana alam yang paling berbahaya karena dapat menyebabkan kematian hingga ratusan ribu jiwa dan rusaknya bangunan.

Baca Juga : Contoh Teks Eksplanasi Gempa Bumi

Demikian artikel lengkap mengenai Contoh Teks Eksplanasi Tsunami Beserta Strukturnya. Terimakasih telah membaca dan jangan lupa untuk dibagikan kepada teman-teman semua.

2 pemikiran pada “Contoh Teks Eksplanasi Tsunami”

Tinggalkan komentar