Contoh Teks Editorial Kebakaran Hutan

Contoh Teks Editorial Kebakaran Hutan

Teks editorial tentang kebakaran hutan merupakan teks tajuk rencana yang sangat menarik untuk dibahas pada saat sekarang ini. Banyak orang yang berlomba-lomba untuk menyampaikan pendapatnya mengenai isu yang sangat fenomenal ini, yaitu kebakaran hutan. Banyak koran atau surat kabar yang memuat tentang masalah ini di headlinenya/berita utamanya. Mengapa demikian? hal ini dikarenakan isu mengenai kebakaran hutan sedang hangat-hangatnya dibicarakan oleh semua masyarakat di indonesia.

Ada banyak pendapat mengapa kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera ini terjadi. Mulai dari isu ekonomi hingga isu politik. Teks editorial kebakaran hutan erat kaitannya dengan teks editorial RUU KUHP yang saat ini juga memanas beritanya. Hal ini berkaitan dengan demo yang diselenggarakan secara beruntun dari daerah ke daerah, dan memuncak di Jakarta tepatnya di gedung DPR. Namun, kali ini kita tidak akan membahas RUU KUHP melainkan kebakaran hutan. Teks editorial merupakan materi kelas xii dari mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Teks tajuk rencana kebakaran hutan

Teks Editorial Kebakaran Hutan Beserta Strukturnya

Pengertian Teks Editorial/Teks Tajuk Rencana

Teks editorial atau biasa disebut dengan teks tajuk rencana merupakan teks yang berisi pendapat dari seseorang yang dimuat dalam surat kabar. Biasanya teks tajuk rencana berisi mengenai hal hal yang sedang viral atau sedang menjadi perbincangan banyak orang, seperti pada contoh kali ini ialah membahas mengenai kebakaran hutan yang terjadi di Kalimantan, Sumatera, dan RIAU.

Struktur Teks Editorial/Teks Tajuk Rencana

Struktur dari teks editorial atau teks tajuk rencana mempunyai 3 struktur utama yang menyusun teks tersebut.

  • Pendahuluan/Pernyataan Pendapat

Berisi mengenai penjelasan singkat mengenai topik yang akan dibahas seperti kejadian kebakaran hutan RIAU.

  • Argumentasi/Isi

Berisi mengenai argumentasi dari si penulis teks editorial, seperti mengapa kebakaran hutan dapat terjadi dan mengapa kebakaran hutan penting untuk dibahas.

  • Interpretasi/Kesimpulan/Penutup

Berisi mengenai beberapa kesimpulan dari si penulis dan juga bisa berupa saran terhadap permasalahan yang ada, seperti bagaimana cara mencegah kebakaran hutan.

Contoh Teks Editorial/Teks Tajuk Rencana Kebakaran Hutan

Dibawah ini contohteks.id akan berbagi kepada kalian mengenai beberapa contoh teks editorial yang berkaitan dengan kebakaran hutan, seperti yang terjadi di RIAU dan Kalimantan. Harapannya, agar kalian semakin paham materi teks editorial kelas xii ini.

Teks Editorial Kebakaran Hutan Singkat dan Upaya Pencegahannya

Contoh teks editorial kebarakan hutan

Pendahuluan

Setiap tahunnya kebakaran hutan selalu terjadi di beberapa daerah di Indonesia, yang paling sering ialah di Sumatera dan Kalimantan. Di dalam catatan koran Kompas diperlihatkan bahwa kebakaran hutan sedikitnya sejak tahun 1961 sudah terjadi di kawasan hutan dekat kota Palembang dan menjadikan ibu kota Provinsi Sumatera Selatan tersebut diselimuti asap tebal dan menyebabkan penurunan jarak pandang.

Kebakaran hutan membuat kerugian kepada masyarakat yang langsung terkena dampak serta juga memberikan dampak secara nasional. Kejadian kebakaran hutan ini dapat menyebebkan kerugian yang sangat besar, seperti pada tahun 2015 yang diperkirakan menelan angka hingga triliunan rupiah.

Argumentasi/Isi

Kebakaran hutan yang selalu kita waspadai terjadi lagi di Kalimantan dan beberapa daerah lainnya. Pada musim kemarau yang kering saat ini, di RIAU pada daerah hutan gambut terjadi kebakaran yang cukup parah sehingga jarak pandang hanya beberapa meter saja, bahkan menyebabkan di beberapa daerah di RIAU menjadi berwarna merah yang disebabkan oleh aerosol dari hasil pembakaran hutan tersebut. Selain itu di Kalimantan juga terjadi kebakaran hebat di beberapa titik di hutan Kalimantan.

Bahkan Presiden Joko Widodo telah mengingatkan kembali secara khusus kepada masyarakat Indonesia untuk mencegah kebakaran hutan agar tidak terulang kembali seperti kejadian yang dulu-dulu. Presiden juga mengingatkan kepada Kapolda dan Pangdam supaya bersungguh-sungguh dalam mengangani kebakaran hutan hingga mengancam akan dimutasi apabila tidak benar-benar bertanggung jawab.

Masyarakat di sekitar kawasan kebakaran hutan terpaksa harus menghirup udara kotor yang bercampur asap hasil pembakaran. Hal tersebut sangat berdampak pada kesehatan terutama pada bayi, ibu hamil, anak balita, dan warga lanjut usia. Asap akibat dari kebakaran hutan diketahui dapat menyebabkan kematian dini. Kebakaran hutan berarti hilangnya plasma nutfah di suatu wilayah, yang boleh jadi endemik dan memiliki manfaat yang belum diketahui. Kebakaran hutan di Taman Nasional Tesso Nilo, Riau, saat ini mengancam habitat gajah sumatera. Potensi ekonomi pariwisata juga menurun dan Indonesia akan kesulitan memasuki pasar negara maju yang menggunakan syarat ramah lingkungan untuk produk impor mereka.

Kerugian juga terjadi ketika asap mengganggu negara tetangga, seperti kebakaran hutan tahun 2013 dan 2015 yang mengganggu Singapura dan Malaysia. Pada tahun 2015 Presiden Jokowi memotong waktu kunjungannya ke Amerika Serikat karena kebakaran hebat melanda Sumatera dan Kalimantan. Mencegah kebakaran hutan selalu lebih baik daripada memadamkan hutan yang sudah terbakar luas. Berbagai pelajaran dari kebakaran hutan seharusnya membuat semua pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemda, lembaga lain, pemilik perkebunan, hingga masyarakat sekitar, sama-sama berupaya bersiap lebih baik lagi, apalagi saat ini musim kemarau tergolong kering. Untuk berhasil mencegah kebakaran hutan, pertama-tama semua pihak harus sepakat tentang penyebab utama dan penyebab ikutannya.

Kesimpulan/Interpretasi/Penutup

Saat ini di antara para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, belum sepakat apakah penyebabnya alamiah, sengaja dibakar pemilik perkebunan untuk meluaskan areal tanam, dibakar peladang berpindah sebagai bagian dari cara bercocok tanam, penyebab lain, atau kombinasinya. Sepanjang identifikasi penyebab belum selesai, kebakaran hutan kemungkinan akan terjadi akibat cara untuk mencegah salah. Dengan kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi, kita berharap ke depan pencegahan menjadi ujung tombak kerja lembaga yang mendapat tanggung jawab mencegah karhutla. Ada sanksi tegas terhadap pelanggar aturan pembukaan lahan serta aparat yang mendapat tanggung jawab.

BACA JUGA:

Teks Editorial Kebakaran Hutan Lengkap

Kebakaran hutan Kalimantan

Pendahuluan

Dampak dari kebakaran hutan dan lahan sudah sangat kritis dan darurat karena telah meluas ke berbagai wilayah serta mengganggu kesehatan hingga menyebabkan beberapa penerbangan juga harus dibatalkan yang disebabkan asap dari kebakaran hutan tersebut sangat tebal. Kebakaran telah meluas ke beberapa provinsi di Kalimantan dan Sumatera seperti RIAU, selain di Sulawesi Tenggara dan Papua. Sejumlah sekolah meliburkan siswanya akibat dari asap kebakaran hutan dan lahan atau biasa disingkat dengan karhutla makin memburuk.

Isi/Argumentasi

Penerbangan seperti di Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat, terganggu akibat dari tebalnya asap hasil kebakaran hutan yang membuat jarak pandang di daerah Pontianak hanya sekitar 500 meter saja, bahkan di beberapa daerah di RIAU hanya beberapa meter saja. Perlu kepemimpinan di lapangan untuk mengoordinasi semua kekuatan dan sumber daya yang ada. Mulai dari kepala dan aparat pemerintah daerah, TNI dan kepolisian, perusahaan besar dan kecil, petani dan pekebun, sampai anggota masyarakat, sesuai kapasitas masing-masing.

Masalah kebakaran hutan memang sangat sulit untuk dipadamkan apabila sudah terjadi. Hal ini dikarenakan luasnya daerah kebakaran serta banyaknya titik api yang memicu terjadinya kebakaran hutan tersebut. Di Sumatera Selatan saja luas lahan yang terbakar hingga saat ini mencapai 2.200 hektar dengan titik panas mencapai 367 buah. Musim kemarau panjang dan kering menyebabkan tersedianya biomassa yang sangat mudah terbakar. Sebagian penyebab kebakaran adalah pembukaan lahan dengan cara membakar meskipun cara ini dilarang dan pelaku dikenai sanksi pidana, namun pelakunya sulit untuk ditemukan dan biasanya merupakan anak buah dari para pejabat.

Dengan perkiraan musim kemarau akan berlangsung hingga awal Oktober, harus ada langkah sesegera mungkin untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi ini. Apalagi kebakaran di lahan gambut di RIAU dapat berlangsung lama dan lebih sulit dipadamkan. Karhutla dapat menimbulkan banyak kerugian hingga mencapai triliunan rupiah. Produktivitas warga menurun karena aktivitas sehari-hari terganggu akibat asap yang ditimbulkan dan terjadi gangguan saluran napas, sementara dampak jangka panjang pada kesehatan belum diketahui. Asap kebakaran juga berpotensi mengganggu negara tetangga dan menimbulkan keberatan karena dianggap mengganggu kesehatan. Kita juga kehilangan plasma nutfah dari hutan sebagai kekayaan yang manfaatnya secara penuh belum kita ketahui. Hilangnya biomassa di hutan akan menurunkan kemampuan hutan Indonesia sebagai paru-paru dunia.

Kesimpulan/Penutup

Yang memprihatinkan karhutla terjadi setiap tahun sebagian karena ada yang membakar hutan dan lahan. Meskipun pemerintah memberi sanksi keras untuk para pembakar hutan dan lahan, praktik yang sama terulang di berbagai tempat. Pelakunya, seperti laporan wartawan Kompas, ada anggota masyarakat, tetapi juga ada titik panas terdeteksi di lahan konsesi perusahaan besar. Kita tidak ingin karhutla yang terjadi tahun 2015 terulang ketika lebih dari 2,6 juta hektar hutan dan lahan terbakar. Menghadapi karhutla saat ini tidak ada cara lain kecuali memadamkan hutan dan lahan yang terbakar serta melokalisir agar kebakaran tidak meluas. Rumah sakit dan klinik perlu segera disiapkan, terutama bagi orang tua, ibu hamil dan menyusui, anak balita, serta mereka yang memiliki masalah dengan kesehatan pernapasan.

BACA JUGA: Teks Editorial Pemindahan Ibukota

Demikian artikel lengkap mengenai teks editorial/teks tajuk rencana tentang kebakaran hutan beserta strukturnya lengkap. Semoga dapat bermanfaat bagi kalian semua dan jangan lupa untuk dibagikan kepada teman-teman.

Tinggalkan komentar