contoh teks diskusi tentang banjir

Contoh Teks Diskusi Tentang Banjir

Banjir menjadi sesuatu hal yang lazim terjadi di Indonesia, khususnya daerah perkotaan besar seperti Jakarta. Hal ini disebabkan karena perilaku masyarakatnya yang tidak memperhatikan kondisi lingkungan sekitarnya. Pada teks diskusi tentang banjir kali ini akan dibahas secara lengkap mengenai mengapa dan bagaimana banjir itu terjadi serta akibatnya bagi lingkungan dan kehidupan manusia. Teks diskusi banjir sejatinya bukan membahas pro kontra mengenai banjir atau tidak, melainkan apa saja penyebab dari banjir itu sendiri, apakah murni dari kejadian alam, atau perilaku manusia sangat berpengaruh terhadap terjadinya banjir.

Teks diskusi tentang banjir sangat menarik untuk dibahas bersama karena fenomena banjir merupakan suatu hal yang menjadi salah satu momok permasalahan yang ada di perkotaan besar dan padat penduduk lebih khusus ibu kota Indonesia, Jakarta. Dimana Jakarta merupakan pusat pemerintahan sekaligus sebagai pusat pembangunan di Indonesia.

diskusi tentang banjir via Pixabay.com

Diskusi Tentang Banjir

Sangat menarik untuk menjadikan banjir sebagai bahan diskusi di kelas. Terlebih lagi untuk kalangan SMP dan SMA, dimana banyak pemikir-pemikir muda yang dilatih untuk menggunakan otaknya sebaik mungkin dalam memecahkan berbagai masalah yang ada. Banjir menjadi momok tersendiri bagi para pemimpin yang ingin menjabat di suatu daerah yang notabene dicap sebagai daerah rawan banjir. Disaat hujan datang, kemungkinan besar daerah tersebut terkena banjir. Banjir bisa disebabkan karena banyak hal, dan yang paling sering menjadi perhatian ialah masalah sampah. Baca Juga : Contoh Teks Observasi Tentang Sampah Lengkap.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti Banjir ialah berair banyak dan deras, kadang-kadang meluap (tentang kali dan sebagainya): karena hujan turun terus-menerus, sungai itu –; 2 n air yang banyak dan mengalir deras; air bah: pada musim hujan, daerah itu sering dilanda –; 3 n Geo peristiwa terbenamnya daratan (yang biasanya kering) karena volume air yang meningkat; 4 v ki datang (ada) banyak sekali: menjelang Lebaran di pasar — petasan;
— bandang banjir besar yang datang dengan tiba-tiba dan mengalir deras menghanyutkan benda-benda besar (kayu dan sebagainya); air bah;
— bulanan debit maksimum yang terjadi di dalam sungai selama bulan kalender;
— darah matinya orang dalam jumlah banyak; pertumpahan darah;
— maksimum banjir tertinggi di antara banjir yang dicatat pada bagian sungai selama periode tertentu;
— tahunan puncak banjir harian tertinggi dalam tahun aliran;
— tahunan minimum banjir tahunan yang terkecil selama periode pencatatan; membanjir/mem·ban·jir/ v 1 menyerupai banjir (datang atau masuk banyak-banyak): penonton – memasuki lapangan; uang – bagi pemilik perusahaan itu; 2 menjadi banjir: lokasi kebocoran leding itu -;

Teks diskusi tentang banjir membahas juga mengenai penyebab terjadinya banjir, dan akibat yang ditimbulkan dari terjadinya banjir.

1. Pendahuluan

Apabila kita mendengar kata banjir pasti yang terpikirkan oleh kita adalah sampah dan global warming (pemanasan global). Bukan hanya terjadi di Jakarta saja, namun kini sudah menjalar ke kota-kota lain yang padat penduduk. Sebenarnya ada banyak penyebab yang menjadikan banjir terjadi, dan sebagian besar ialah karena perilaku manusianya itu sendiri yang tidak dapat menjaga kelestarian lingkungan. Banjir merupakan bencana alam yang disebabkan karena genangan air yang berlebihan di suatu daerah di suatu tempat. Banjir sering terjadi setelah hujan yang sangat lebat. Banyak juga daerah yang terkena banjir dikarenakan oleh meluapnya air sungai yang melebihi kapasitas.

Pada diskusi tentang banjir kali ini, kita akan membahas mengenai penyebab terjadinya banjir, apakah dari alam ataupun dari perbuatan manusia.

2. Isi Teks Diskusi Tentang Banjir

Gagasan Utama, Bukti dan Alasan Pendukung Satu Sudut Pandang

Image by Hans Braxmeier from Pixabay

Banjir dapat terjadi dikarenakan curah hujan yang sangat tinggi di suatu daerah. Sehingga tanah tidak dapat menyerap air yang datang seperti biasanya. Selain itu, banjir juga dapat disebabkan oleh hujan yang berlangsung selama berhari-hari sehingga meskipun curah hujan rendah, namun air yang turun akan sangat banyak karena berlangsung secara kontinyu selama beberapa hari. Tentu saja, hal itu dapat menyebabkan genangan air di berbagai tempat yang menjadikan banjir semakin deras.

Selain itu, di beberapa daerah di Eropa khususnya wilayah bersalju, ketika suhu naik maka gunung-gunung yang tertutup oleh salju mulai mencair sehingga menyebabkan pergerakan air yang besar ke dataran rendah di bawahnya. Daerah yang tidak memiliki sistem drainase yang baik untuk membuang air hasil pencairan salju akan mengalami banjir. Namun pada kasus ini, negara Indonesia tidak perlu khawatir karena tidak terdapat musim salju, meski di beberapa tempat ada yang bersalju seperti pegunungan jaya wijaya di Papua.

Untuk beberapa kasus, banjir dapat terjadi dikarenakan angin yang berhembus kencang, terutama di wilayan pantai/pesisir laut. Angin kencang dan angin topan memiliki kemampuan untuk membawa air laut ke daratan pesisir yang kering dan hal ini dapat menyebabkan banjir. Selain itu, angin kencang juga dapat menyebabkan kerusakan yang parah di wilayah pesisir. Badai dan juga tsunami telah banyak diketahui dapat menyebabkan kerusakan yang besar.

Gagasan Utama, Bukti dan Alasan Pendukung Sudut Pandang Lain

Banjir terjadi karena ulah manusia yang tidak dapat menjaga kelestarian alam. Ada banyak sebab yang menjadikan banjir kerap terjadi khususnya di daerah perkotaan. Pertama, ialah padatnya penduduk yang diikuti dengan padatnya tempat tinggal yang ada. Hal ini menjadikan tanah resapan yang tersedia semakin berkurang akibat adanya pembangunan wilayah tempat tinggal yang terbuat dari semen, beton. Kedua, banyak masyarakat yang tidak sadar akan pentingnya kebersihan dan kelestarian lingkungan seperti dengan membuang sampah sembarangan. Tentu saja dengan membuang sampah sembarangan dapat menjadikan sistem drainase menjadi tersumbat oleh sampah-sampah sehingga tidak dapat mengalirkan air sebagai mana mestinya dan terjadilah banjir.

Faktor ketiga ialah pembalakan hutan secara liar tanpa diimbangi dengan reboisasi atau penanaman hutan kembali. Banyak perusahaan “nakal” yang hanya mencari keuntungan semata tanpa memperdulikan keselamatan manusia lainnya, dan bukan hanya manusia, banyak satwa yang kehilangan tempat tinggalnya. Hutan yang gundul apabila terjadi hujan maka sudah tidak ada akar-akar pohon lagi yang dapat meresap derasnya air hujan. Sehingga menyebabkan tanah dapat mengalami longsor sehingga air akan bergerak secara masif ke daerah di bawahnya dan fenomena tersebut biasa disebut dengan banjir bandang.

Faktor keempat ialah faktor utama terjadinya banjir yaitu pemanasan global / global warming. Ada banyak penyebab dari global warming, antara lain meningkatnya gas karbon monoksida akibat dari banyaknya kendaraan bermotor. Jumlah kendaraan bermotor saat ini tidak dapat dibendung karena harganya sudah sangat terjangkau dan sudah menjadi kebutuhan pokok. Selain itu, global warming juga bisa disebabkan oleh efek rumah kaca. yaitu terkurungnya gas gas karbon dioksida di atmosfer sehingga suhu bumi meningkat. Selain itu, penggunaan CFC yang tidak terkontrol juga dapat menyebabkan pemanasan global dikarenakan CFC dapat merusak lapisan ozon di atmosfer. Akibat dari global warming ialah semakin seringnya curah hujan sehingga dapat menyebabkan banjir.

Baca Juga : Contoh Teks Eksplanasi Banjir

3. Kesimpulan atau Solusi Terbaik

Dampak terjandinya banjir via pixabay.com

Berbicara mengenai kesimpulan teks diskusi tentang banjir, maka akan dibahas tentang dampak dan solusi yang ditawarkan untuk mencegah terjadinya banjir.

Terlepas dari faktor alam yang tidak menentu, kita sepatutnya sebagai manusia harus senantiasa untuk menjaga kelestarian lingkungan. Misalnya dengan tidak membuang sampah sembarangan. Hal ini dikarenakan dampak dari banjir yang berbahaya bagi kehidupan, bukan hanya manusia, tumbuhan dan hewan-hewan banyak yang kehilangan tempat tinggalnya hingga mati.

Dampak ekonomi dari banjir juga sangat terasa bagi masyarakat. Harga-harga barang kebutuhan pokok meningkat tajam, serta pemerintah harus mengeluarkan banyak biasa untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi akibat dari banjir. Banyak bisnis yang bertumbangan disebabkan karena barang-barang menjadi rusak dan tempat industri tersapu oleh banjir.

Dampak selanjutnya ialah berkaitan dengan lingkungan. Bahan kimia dan zat berbahaya lainnya ikut terbawa oleh air banjir. Selain itu, banjir menyebabkan hewan-hewan terbunuh sehingga mengganggu keseimbangan alami ekosistem.

Dampak umum terjadinya banjir antara lain : kematian, kerusakan pada sarana dan prasarana umum, kerugian materi, terhambatnya arus transportasi, terhambatnya kegiatan perekonomian, mewabahnya penyakit menular.

Ada banyak cara untuk mencegah terjadinya banjir, bisa dengan memperkuat sistem drainase, baik dengan cara memperdalam drainase dan melebarkan volumenya atau dengan tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat aliran drainase. Selain itu, dapat juga dilakukan dengan cara membangun penampungan air seperti waduk.

Untuk meminimalisir kerusakan maka dapat diterapkan sistem peringatan banjir, sehingga masyarakat sudah bersiap siap terlebih dahulu, seperti peringatan hujan lebat dan terjadi secara terus menerus oleh BMKG kepada warga di daerah rawan banjir.

Baca Juga : Contoh Teks Diskusi Tentang Anti Tawuran Beserta Strukturnya

Demikian artikel mengenai teks diskusi tentang banjir beserta strukturnya.

Tinggalkan komentar